Villa Domba Siap Melayani Kebutuhan Domba Qurban Anda! Hubungi Email agusramadas@yahoo.co.id

Kamis, 31 Juli 2014

Manisnya Madu Dari Bunga Pohon Kaliandra



Pohon Kaliandra, tanaman semak leguminosa asal Meksiko yang sengaja banyak ditanam di kawasan hutan Indonesia untuk penghijauan. Selain daunnya yang bisa dijadikan sumber pakan hijauan untuk hewan ternak, ranting dan batang pohonnya sebagai bahan kayu bakar, bunga pohon Kaliandra ternyata sangat disukai lebah sebagai makanan sehingga dihasilkan madu murni berkualitas, nektar bunga kaliandra sangat disukai lebah. Penelitian yang dilakukan di Uganda, penanaman pohon Kaliandra yang bunganya disukai lebah menjadikan produksi madu pun meningkat. Heeem, terbayang resep domba guling saus madu yang menggugah selera jadinya dengan kenikmatan minuman susu kambing madu!    

Dikenal hampir 200 varietas pohon kaliandra di dunia yang dikarenakan keindahan bunganya mulai dibudidayakan sebagai tanaman hias, namun yang mudah dijumpai di Indonesia ialah kaliandra untuk penghijauan yaitu pohon kaliandra berbunga putih dan pohon kaliandra berbunga merah dengan nama latin Caliandra callothyrsus.  Adapun pohon kaliandra merah merupakan yang dimaksud dalam penelitian di Uganda tersebut. Benih kaliandra banyak dijual online saat sekarang di Indonesia. Adapun untuk bibit kaliandra siap tanam juga banyak tersedia pada beberapa lokasi perkebunan dikarenakan bibit kaliandra bisa berasal dari anak tanaman Kaliandra yang sudah berakar dan ada di sekitar tanaman induknya. 

Bagi pembaca yang belum mengetahui perbedaan antara madu hutan dan madu ternak, madu ternak berasal dari lebah madu yang sengaja diternakkan di suatu tempat, peternak lebah biasanya akan membuat sarang lebah artificial berupa kotak yang terbuat dari bahan kayu sebagai tempat tinggal bagi  ratu lebah dan lebah pekerja. Lebah pun akan mencari makanan dari aneka bunga tanaman dan pohon yang tidak jauh dari kotak. 

Berbeda dengan madu hutan, habitat lebah yang tinggal di hutan menjadikan lebah harus mencari makanan dari banyaknya pohon hutan yang beragam, dan bunga pohon Kaliandra yang ada di hutan adalah salah satunya, nektar bunga Kaliandra sangat disukai lebah. Ini yang menjadikan madu hutan sering disebut juga madu organic dikarenakan sumber makanan lebah berupa bunga tanaman maupun pepohonan di kawasan hutan adalah minim pencemaran bahan kimia dibandingkan madu ternak yang dibudidayakan di lahan perkebunan.

http://www.berkahherbal.com/madu-bunga-kaliandra-al-mulk-500gr-produk?id=agusramadas



Menelusur situs BerkahHerbal.com, Madu Bunga Kaliandra AlMulk, madu bunga kaliandra yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia. Madu bunga kaliandra memulihkan tenaga dan membantu proses penyembuhan dari penyakit osteoporosis (tulang keropos), batuk, gangguan pencernaan, sakit (radang tenggorokan), migrant (sakit kepala), pembersih muka (masker), jantung, pertumbuhan gigi, mengobati penyakit sulit tidur, luka bakar, dan mengurangi kejang perut, menghilangkan kebiasaan mengompol pada anak. Selain itu, madu bunga kaliandra juga membantu menyembuhkan anemia, tukak lambung (maag), radang usus serta dapat menguatkan jantung dan ginjal.

Berbahayakah madu kaliandra jika dikonsumsi oleh penderita diabetes? Bersumber dari situs Terapi Diabetes Melitus, hasil penelitian yang dilakukan oleh Waili dan telah dipublikasikan dalam The Journal of Medical Food tahun 2004, madu murni tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah, adapun yang dimaksud dengan madu murni dalam penelitian adalah madu yang kandungan gulanya murni dari madu itu sendiri dan tidak ada campuran pemanis lainnya. Madu murni justru merupakan herbal yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia.

Lalu adakah cara untuk membedakan antara madu murni dengan madu yang sudah dicampur pemanis lainnya? Terlebih saat ini begitu banyak produk madu yang dijual bebas melalui toko online di pasaran. Bersumber dari situs Tilulas.com, cara mudah pertama untuk mengetahui kemurnian madu adalah dengan bantuan sendok, bakar madu di atas lilin yang menyala untuk mengetahui kemurniannya, madu murni akan mengeluarkan busa dan tumpah dari sendok saat dibakar di atas lilin yang menyala, sedangkan madu yang sudah dicampur pemanis hanya akan mengeluarkan sedikit busa ketika dibakar. Cara mudah lainnya yaitu dengan memasukkan batang korek api ke dalam botol berisikan madu, batang korek api yang tetap menyala walaupun dalam keadaan basah menandakan madu dalam botol adalah madu murni. Semoga bermanfaat. 
 
Menelusuri situs TokoOne, Madu Hutan AL WADEY, madu hutan asli dan murni, dipanen langsung dari pepohonan yang ada di hutan tanpa proses penangkaran lebah.  Madu yang memiliki keunggulan dikarenakan berasal dari bahan tumbuhan yang didapat oleh lebah di dalam hutan sehingga bebas dari polusi dan pencemaran. Madu hutan yang diproses dengan higienis dan modern sehingga mutu dan keaslian tetap terjaga. Dalam madu hutan terkandung banyak protein, asam amino, karbohidrat, enzim mineral dan vitamin serta antioksidan yang tinggi berupa flavonoid dan alkaloid sehingga bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia. Sertifikat Halal No. 01121036141108 Dinkes P.IRT. No. 209327501317.  

Rabu, 30 Juli 2014

Domba Lucu Asal Swiss Mirip Boneka



Jika Inggris memiliki kebanggaan boneka animasi domba Shaun The Sheep, ada domba lucu asal Swiss yang mirip boneka? Berita menarik yang didapat dari situs Liputan6.com, Valais Blacknose adalah jenis domba asal Swiss dimaksud, jenis domba yang memiliki bulu lebat, bermuka hitam dan memiliki keindahan tanduk domba berbentuk spiral sehingga menjadikan harga domba ini dikalangan penghobi domba mancanegara terbilang mahal harganya.

Berita lain yang didapat tentang domba Valais dari situs ScotlandNow, konon pasangan peternak domba asal Skotlandia, Raymond Irvine dan Jenni McAllister, salah satu penghobi domba di dunia yang memelihara domba Valais Blacknose ini harus merogoh koceknya sebesar 55,000 poundtserling atau hampir setara 1 milyar rupiah untuk membeli 11 ekor domba Valais Blacknose yang saat ini digembalakan di lahan peternakan miliknya.

Harga 1 ekor domba Valais Blacknose tak ubahnya hampir menyamai harga Domba Garut Jawara Tangkas di tingkat penghobi domba! Mungkin ini yang menjadikan pasangan Raymond Irvine dan Jenni McAllister harus kembali merogoh koceknya sekitar 99 juta rupiah untuk memasang banyak kamera CCTV guna keamanan domba Valais miliknya.    

http://lifestyle.liputan6.com/read/2076612/peternak-skotlandia-beli-cctv-untuk-jaga-domba-domba-muka-hitam

Bersumber dari situs Wikipedia.org, nama lain dari domba Valais Blacknose adalah Walliser Schwarznasenschaf, domba asal Swiss yang dipelihara untuk dimanfaatkan daging dan bulunya oleh peternak domba sekaligus memiliki nilai jual tinggi di tingkat penghobi domba khususnya sebagai bibit domba unggulan sebagaimana layaknya domba Garut dan juga kambing Etawa di Indonesia. Berat domba jantan Valais Blacknose dapat mencapai lebih dari 100 kilogram sedangkan berat domba betina antara 70 hingga 90 kilogram!

Layaknya penghobi domba Garut yang memiliki komunitas penggemar domba tangkas di Indonesia baik di lapangan hingga komunitas facebook, domba Valais Blacknose asal Swiss yang juga rupanya banyak dipelihara dibanyak negara ini pun memiliki hal yang sama, diantaranya adalah Valais Blacknose Sheep US Fan Club di Amerika Serikat, Valais Blacknose Sheep UKFan Club di Inggris dan masih banyak penghobi domba dari negara lainnya di dunia yang memelihara domba lucu asal Swiss mirip boneka ini.

Valais sendiri merupakan nama suatu wilayah di negara Swiss, negara yang juga dikenal sebagai produsen jam tangan terbesar di dunia, wilayah Valais berada di wilayah kaki pegunungan Alpen dan dikenal pula sebagai tempat wisata populer yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai negara di dunia dikarenakan keindahan panaroma alam dan banyaknya objek wisata yang dimilikinya baik di musim dingin ataupun musim panas. Mulai dari tempat bermain ski spektakuler yang ada di Valais hingga reruntuhan seni modern peninggalan Romawi bagi pembaca yang mencintai dunia travelling dan photography

Walaupun banyak dipelihara oleh penghobi domba dikarenakan bentuk dan rupanya yang menggemaskan sebagai hewan peliharaan, namun domba Valais bukan tergolong jenis domba yang manja, habitat asli domba Valais di wilayah kaki pegunungan Alphen menjadikan domba Valais dapat hidup pada kondisi lingkungan ekstrim sekalipun termasuk kemampuan merumput domba Valais di lereng yang curam dan berbatu.